Indonesia Dan MEA
Guys, Seiring berjalannya waktu, Indonesia dihadapkan pada persoalan yang "Menguras" kesejahteraan Masyarakatnya. Dalam pekan bulan bahasa kali ini (2017) yang menyusun tema "Pengembangan Bahasa, Sastra dan Budaya di era MEA" Kita sebagai pelajar tentunya di wajibkan untuk ikut serta dalam ajang tersebut. Sebelum membahas hal yang paling mendalam tentang tema tersebut, alangkah baiknya kita terlebih dahulu harus mengetahui pengertian dari masing masing Bahasa, Sastra, Budaya dan MEA itu sendiri.
Lalu, Apa itu Bahasa ? Bahasa merupakan ciri khas suatu bangsa. Dengan berbahasa kita menunjukkan kepribadian. Semakin bagus bahasanya sebakin baik pula kepribadiannya. Dewasa ini, kita di harapkan untuk menguasai bahasa internasional (Inggris) karena dengan begitu kita bisa dengan mudah berkomunikasi dengan Negara-Negara yang ada di kawasan ASEAN bahkan Dunia sekalipun.
Sastra sendiri merupakan kata serapan dari bahasa Sansekerta, Sastra, yang berarti 'Teks yang mengandung Intruksi' atau 'Pedoman' dari kata dasar sas- yang berarti 'Intrksi' atau 'Ajaran', yang termasuk dalam kategori sasrta, anatara lain :
- Novel
- Cerita/ Cerpen
- Syair
- Pantun
- Drama
- Kaligrapi/ Lukisan
Sedang Budaya, berasal dari kata budi dan daya. Hal ini identik dengan budidaya Manusia, Adat istiadat, Kebiasaan, Pola pikir, Kompetisi dan keterampilan seseorang dalam menata hidup.
contoh penerapan Budaya dalam ruang lingkup pelajar, yaitu :
Kebiasaan adanya "Diskusi' Saat Ujian berlangsung, sebaiknya kita harus menghapus budaya tersebut guna menciptakan tenaga kerja yang berkualitas suatu hari nanti. Kebiasaan yang paling sering di lakukan pelajar di Indonesia, Membolos. Cobalah untuk mengurangi, menghilangkan kalau perlu kebiasaan buruk tersebut, dan masih banyak lagi kebiasaan kebiasaan yang tentunya kalian sendiri lebih tahu dan faham.
Berubahlah mulai dari sekarang gengs demi kesejahteraan Negara kita tercinta, Indonesia. Tekadkan dalam hati dan laksanakan apa yang kita tekadkan.
Dan yang terakhir MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) Dapat diartikan sebagai sebuah Masyarakat yang saling terintegrasi satu sama lain dimana adanya perdagangan bebas antara Negara-Negara ASEAN yang telah di sepakati bersama antara pimpinan Negara-Negara ASEAN
Jadi, Apa yang dapat kita simpulkan dari pengertian itu semua ?
Sebagai Generasi Pelurus Bangsa. Kita di haruskan membawa nama baik Negara kita di kancah Internasional gengs..
Jangan hanya karena Narkoba, Tindak kriminal, Kemacetan juga Ekonmi kita yang memperkenalkan Indonesia ke kawasan ASEAN. Sungguh memalukan apabila itu terjadi.
Sebagai Negara berkembang, wajib bagi Indonesia untuk mengubah image tersebut. Salah satunya dengan menguasai bahasa internasional, Satra (Kalian bisa menulis dan share di media sosial yang kalian punya, tentunya dengan bahasa yang baik juga tidak mengandung unsur sara) dan Budaya yang amat sangat kaya di indonesia. Kita di harapkan mampu untuk mehadapi MEA. Ubah lah setiap tindak prilaku buruk kalian gengs, bawa nama baik Indonesia, bawa Indonesia di kancah Internasional dan buat Negara lain kagum juga ingin mempelajari bahasa juga budaya kita yang melimpah ruah ini gengs.
Oh, Yaa. Selain itu, ada beberapa strategi untuk menghadapi MEA, yaitu dengan cara :
contoh penerapan Budaya dalam ruang lingkup pelajar, yaitu :
Kebiasaan adanya "Diskusi' Saat Ujian berlangsung, sebaiknya kita harus menghapus budaya tersebut guna menciptakan tenaga kerja yang berkualitas suatu hari nanti. Kebiasaan yang paling sering di lakukan pelajar di Indonesia, Membolos. Cobalah untuk mengurangi, menghilangkan kalau perlu kebiasaan buruk tersebut, dan masih banyak lagi kebiasaan kebiasaan yang tentunya kalian sendiri lebih tahu dan faham.
Dan yang terakhir MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) Dapat diartikan sebagai sebuah Masyarakat yang saling terintegrasi satu sama lain dimana adanya perdagangan bebas antara Negara-Negara ASEAN yang telah di sepakati bersama antara pimpinan Negara-Negara ASEAN
Jadi, Apa yang dapat kita simpulkan dari pengertian itu semua ?
Sebagai Generasi Pelurus Bangsa. Kita di haruskan membawa nama baik Negara kita di kancah Internasional gengs..
Jangan hanya karena Narkoba, Tindak kriminal, Kemacetan juga Ekonmi kita yang memperkenalkan Indonesia ke kawasan ASEAN. Sungguh memalukan apabila itu terjadi.
Sebagai Negara berkembang, wajib bagi Indonesia untuk mengubah image tersebut. Salah satunya dengan menguasai bahasa internasional, Satra (Kalian bisa menulis dan share di media sosial yang kalian punya, tentunya dengan bahasa yang baik juga tidak mengandung unsur sara) dan Budaya yang amat sangat kaya di indonesia. Kita di harapkan mampu untuk mehadapi MEA. Ubah lah setiap tindak prilaku buruk kalian gengs, bawa nama baik Indonesia, bawa Indonesia di kancah Internasional dan buat Negara lain kagum juga ingin mempelajari bahasa juga budaya kita yang melimpah ruah ini gengs.
Oh, Yaa. Selain itu, ada beberapa strategi untuk menghadapi MEA, yaitu dengan cara :
- Melatih kemampuan berbahasa asing dan public speking, dengan begitu akan lebih mudah bagi indonesia untuk menghadapi MEA, karena kita bisa berkomunikasi dengan Negara negara annggota MEA
- Tingkatkan pergaulan positif, perbanyak kenalan juga teman. jangan hanya yang ada di Indonesia, Negara lain pun kita seharusnya mempunyai teman, sharing tentang bahasa juga budaya masing masing. tapi ingat ! Hal positif yang kita bagi bukan sebaliknya
- Tingkatkan pengetahuan. bukan hanya pengetahuan yang kita pelajari di sekolah, pengetahua umum pun wajib kita pelajari. supaya kita dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan dari masing masing Negara anggota MEA
- Mmiliki attitude yang baik. Attitude sangat berpengaruh dalam bermasyarakat gengs, usahakan kalian memiliki attitude yang mencerminkan seorang pelajar yang sesunguhnya
Yupss. Mungkin itu informasi yang dapat saya berikan pada kalian semua. Semoga dengan Artikel ini kalian tergugah untuk memperbaiki juga membawa Indonesia menjadi lebih baik lagi, dimulai dari diri sendiri tentunya, juga menyadari kesadaran kalian tentang betapa indah dan kayanya Negara Indonesia.
Salam Generasi Pelurus Bangsa.
Garut, 31 Oktober 2017



